MENJADI RENDAH HATI

`Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: `Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.` (Yoh 1:29) 

1Yoh 2:29-3:6; Mzm 98:1.3-6; Yoh 1:29-34 
—o—

Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi besar pada zamannya. Dengan ajarannya, dia menarik simpati banyak orang untuk menjadi pengikutnya. Dalam hidup dan pengajarannya, dia selalu menunjuk Mesias yang akan datang untuk menyelamatkan mereka dari belenggu dosa; bukan kepada dirinya sendiri. Yohanes Pembaptis sadar akan panggilannya, yaitu mempersiapkan kedatangan Mesias. Oleh karena itu, ketika dia melihat Yesus, dengan lantang dan sangat jelas dia memperkenalkan siapa Yesus kepada pengikut-pengikutnya. Dia tidak pernah mengambil kesempatan untuk mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri.

Setiap orang Kristiani dipanggil menjadi seperti Yohanes: `membesarkan` (mengagungkan) Kristus dan `memperkecil` diri sendiri. Sayang, yang terjadi seringkali justru sebaliknya. Kita mengabaikan Kristus dan lebih mencari kedudukan, nama baik, harta, kekuasaan, dll. untuk diri kita sendiri. Bahkan, ada yang tidak segan-segan menjatuhkan sesama yang dianggapnya sebagai saingan. Buah dari ketamakan dan kesombongan itu adalah kita tidak lagi merasa damai dan tenang dalam hidup.

Marilah kita renungkan kehidupan kita selama ini. Bersyukurlah kepada Tuhan apabila kita menyadari bahwa selama ini apa yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan. Bertobatlah apabila cinta diri yang menguasai kita.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”