Ceritaku Ikut BoaT: Bantara on the Trip

Kami: Dastin, Dominick, Haniel, Hernando, dan Monica pada Jumat-Sabtu, 26-27 Oktober 2018 mengikuti kegiatan Boat (Bantara on the Trip). Kegiatan yang terselenggara di Taman Nasional Gunung Gede ini dilaksanakan dalam rangka pelantikan bantara dan laksana. Tiga guru turut serta mendampingi kegiatan ini, yaitu Bapak Charisma Bayu, Ibu Elizabeth, dan Bapak Pagar Sianipar, M.Pd.

Uniknya, kami sebagai peserta kegiatan diberi kesempatan untuk mengatur perjalanan ini sepenuhnya. Pembagian tugasnya ialah Dastin menjadi ketua perjalanan, Hernando menangani bidang transportasi, Haniel mengurus logistik, dan Monica memegang keanggotaan. Selain itu, kami belajar untuk meminimalisir pengeluaran untuk berbagai penggunan. Contohnya untuk transportasi, kami harus menggunakan transportasi umum, mulai dari angkot, transjakarta, hingga APTB. Tak hanya itu, kami juga melakuan aksi tawar-menawar sebelum kami menggunakan angkutan umum agar dapat menekan biaya pengeluaran.

Sampai di area perkemahan, kami memilih tempat yang dekat dengan danau agar memperoleh pemandangan yang indah. Kami pun segera mendirikan tenda dan seusainya mempersiapkan korve masak untuk makan malam. Kami pun memasak telur kornet, kangkung cah bawang putih, dan orek tempe. Sungguh pengalaman makan malam yang mewah diantara keheningan tempat perkemahan.

Tidak hanya itu, kami juga menjalani ronda malam secara bergiliran untuk menjaga keamanan tenda. Suara-suara hewan kecil yang jarang kami dengar di keramaian kota Jakarta pun terdengar di tempat tersebut. Hal ini membuat kami bersemangat untuk menjemput fajar esok hari.

Hari berikutnya kami melakukan pendakian ke curug di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk mencapainya, kami harus mendaki sejauh 2,8 km selama 2 jam. Di sini kami melakukan pengembaraan sambil mengamati keanekaragaman flora dan fauna yang ada. Kami menemukan berbagai burung, bunglon, bahkan monyet berbulu hitam. Memang cukup melelahkan, tetapi pemandangan dua buah curug membuat kami lupa pada lelah.

Bertempat di area curug inilah, kami menjalani pelantikan Bantara bagi Haniel, Hernando, dan Monica, serta pelantikan Laksana bagi Dastin. Tempatnya sangat indah dan membuat kami selalu terkenang.

Setelah menikmati indahnya alam, kami pun turun ke lembah dan kembali ke Jakarta menggunakan berbagai transportasi umum. Kami kembali ke rumah kami masing-masing sambil membawa memori indah yang terukir dalam benak kami. (Haniel – Kelas XI MIPA 5 – Tim Jurnalistik SMAK 5 PENABUR Jakarta)