SUKACITA YANG BENAR

Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. (Luk 10:20) 

Wajar dan manusiawi jika kita bersukacita karena tugas perutusan yang dipercayakan kepada kita berjalan dengan baik. Sukacita ini hendaknya disertai sikap bersyukur kepada Tuhan yang lahir dari kerendahan hati, karena tetap menyadari ketergantungan kita kepada Tuhan.

Namun, Yesus memberi alasan lebih dalam dan mendasar bagi kita untuk bersukacita, yaitu `nama kita ada terdaftar di surga`. Apa artinya? Artinya, kita patut bersukacita karena kita beroleh surga, beroleh hidup kekal, dan `Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus` (Yoh 17:3). Alasan utama sukacita kita adalah kita boleh mengetahui atau mengenal Yesus. Oleh karena itu, dalam syukurNya Yesus berkata, `[`], tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu` (ay. 22). Dibandingkan dengan pengenalan akan Tuhan atau hidup kekal ini, semua keberhasilan di dunia tidak ada artinya. Sukacita atas keberhasilan pelayanan pun pertama-tama karena orang yang dilayani `beroleh surga`, bukan karena setan takluk kepada kita, dll. Jangan sampai, karena terbuai oleh `keberhasilan pelayanan`, nama kita tercoret dari surga!

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”