PERJUMPAAN YANG MENGUBAH

Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?. (Gal 3:2) 

Menjadi seorang Kristen sejati adalah hasil dari perjumpaan dengan Seorang Pribadi, yaitu Yesus. Dalam peristiwa penyaliban Yesus ada seorang penjahat yang mungkin baru mengenal Yesus saat itu, tetapi hari itu juga dia diselamatkan. Orang itu diselamatkan bukan karena dia melakukan Hukum Taurat sepanjang hidupnya. Sangat mungkin, dia seorang penjahat besar karena hukuman salib hanya diberikan kepada penjahat besar. Syukurlah, pada saat-saat akhir hidupnya, dia berjumpa dengan Yesus, Pribadi yang menyentuh dan mengubahnya. Saat itulah dia diselamatkan, tidak karena dia melakukan Hukum Taurat, tetapi karena dia percaya bahwa Yesus adalah Mesias Sang Penyelamat, Putera Allah. Bukan berapa lama kita mengenal Kristus, tetapi rahmat Tuhanlah yang mengubah seluruh pandangan dan hidup kita.

Kita pun tidak diselamatkan karena melakukan hukum Gereja dan sebagainya, tetapi karena iman akan Kristus yang dibuktikan dalam perbuatan kasih. Hukum, perintah, maupun ajaran Gereja hanyalah sarana untuk membantu kita berjumpa dengan Kristus dan semakin bertumbuh dalam iman dan kasih.

Betapa indahnya berjumpa dengan-Mu, ya Yesus! Mampukan aku untuk menghadirkan Engkau bagi sesama agar mereka pun berjumpa dengan-Mu.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”