BERSEDIAKAH AKU DIUTUS?

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk10:3) 

Yesus memanggil dan memilih kita untuk diutusNya tidak karena ada sesuatu yang luar biasa dalam diri kita, seperti kecakapan, kekuatan, kegesitan, atau kemampuan-kemampuan kita lainnya. Tidak, tetapi karena Yesus mau memakai kita.

Untuk itu, Yesus membutuhkan kesediaan kita untuk disiapkan, dibentuk, diubah, dan dipakai-Nya sesuai kehendak-Nya. Dalam perutusannya St. Teresa dari Kalkuta mengandaikan dirinya seperti pensil di tangan Tuhan. Apa yang dilakukannya adalah mengikuti gerak tangan Tuhan yang menulis melalui dirinya.

Kita juga mempunyai banyak kelemahan, cacat-cela, dan kerapuhan yang membuat diri kita seperti anak domba yang lemah dalam perutusan yang kita terima, `Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu` (Ayb 19:25). Saat kita mau diutus, maka kekuatan Allah sendiri yang bekerja di dalam kita.

Allahlah yang mengutus kita. Ia pasti juga menyediakan rahmat cukup untuk kita, maka janganlah takut. Dengan memberikan diri seutuhnya kepada Tuhan, dengan selalu mau tinggal pada Tuhan, melalui doa, sabda-Nya, dan persekutuan dengan saudara seiman, kita akan dimampukan untuk menjadi pewarta kasihNya setiap hari. Bersediakah kita untuk diutus?

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”