TUHAN MENGUJI HATI

Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. (Ams 21:2)

Ada seorang pengajar dan pengkotbah yang sangat terkenal. Ia dipanggil untuk mengajar di berbagai tempat, bahkan sampai ke luar negeri. Ia dikagumi banyak orang dan dianggap sangat berkarisma. Akan tetapi, kemudian ia terbukti bersalah dalam suatu kasus pidana dan orang pun tidak lagi menaruh hormat padanya, apalagi mendengarkan ia berbicara. Sangat disayangkan bahwa dari kasusnya ternyata apa yang ia cari di balik khotbah dan pengajarannya adalah ketenaran dan kekayaan.

Secara lahiriah apa yang diperbuatnya memang baik: mengajar, berkhotbah, bersaksi, mempertobatkan banyak orang, membawa orang kepada pengalaman akan Allah. Namun, rupanya bukan itu yang berkenan kepada Tuhan. Tuhan menguji hati. Tuhan mengetahui motivasi kita yang sesungguhnya dalam setiap hal yang kita lakukan, tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam pekerjaan, studi, keluarga, dan hidup sehari-hari.

Bagi Tuhan yang penting bukanlah seberapa besar perbuatan yang dilakukan. Percuma dan sia-sia saja perbuatan itu bila tidak didasari dengan motivasi yang benar, yaitu demi cinta kepada Tuhan. Tuhan berkenan kepada St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus yang melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar. Mari kita meneladan Santa kecil yang besar ini.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”