TINDAKAN IMAN

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak 2:17)

Pikiran Allah bukanlah pikiran manusia. Apa yang dipikirkan manusia belum tentu dipikirkan Allah. Begitulah kita sering menghibur diri saat banyak hal dalam hidup ini tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Berkaitan dengan Allah, rencana dan kehendak-Nya, kita seperti berhadapan dengan suatu misteri yang sangat besar yang tidak mungkin kita ketahui seluruhnya.

Kita tidak mengerti persis mengapa Allah menjadi manusia dalam diri Yesus, mengapa Allah tetap membela manusia kendati manusia telah menyakiti-Nya dengan aneka dosa dan melawan-Nya, mengapa Dia rela berkorban menebus dosa manusia. Banyaknya hal yang tidak mampu kita pahami semestinya justru membawa kita mendekat dan berserah seutuhnya kepada-Nya.

Sayangnya, tidak jarang situasi ketidakjelasan dan ketidakpahaman akan Allah serta kehendak-Nya disikapi manusia dengan menentukan jalan dan pikirannya sendiri, tanpa mempedulikan Allah. Tentu, ini bukanlah sikap iman yang tepat. Kendati bukan keseluruhan, tetapi Allah telah membuka banyak hal akan diri dan kehendak-Nya yang akan mengantar manusia pada keselamatan sejati. Apa yang sudah dinyatakan Allah bagi kita, itulah yang sekarang penting kita cari dan jadikan milik kita.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”