PANGGILAN KASIH

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. (Ef 4:1-2)

Tuhan memanggil setiap manusia sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Namun, dalam menapaki hidup panggilan, seringkali manusia melewati kerikil tajam dalam kehidupan sehingga tujuan hidupnya terlupakan begitu saja, entah karena kesibukan dan penderitaan yang dialaminya, atau karena hal-hal lain. Dalam dirinya sebagai pengikut Kristus, manusia tak luput dari kelelahan, kekeringan, dan kegersangan hati dalam mengikuti Kristus.

Saat hal-hal itu datang menerpa kehidupan, tidak jarang menjalani kehidupan panggilan terasa berat. Pada dasarnya, perasaan itu tidak konsisten, bisa dan mudah berubah. Pada saat itulah iman dan kesetiaan diuji, yaitu: `Sebesar apakah engkau mencintai-Ku?` Kasih adalah jawaban dari segalanya. Jika tidak ada kasih dalam panggilan maka semuanya adalah sia-sia.

Banyak orang `tidak sempat berdoa`. Bagaimana tidak sempat berdoa, padahal dalam doa ada kasih? Bagaimana kalau batin kita mengalami kelelahan sehingga tidak dapat mengalami kasih Allah? Hanya satu jawabannya: `Bertekunlah dan berdoalah senantiasa dalam kesesakanmu karena Tuhan selalu menyertaimu!`

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”