MENGENAL

Yesus bertanya kepada mereka: =Menurut kamu, siapakah Aku ini?` Jawab Petrus: =Mesias dari Allah.`. (Luk 9:20)

Para rasul memberi jawaban yang berbeda-beda tentang pendapat orang banyak mengenai Yesus. Pendapat umum ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang yang ternama dan hebat di mata dunia (nabi besar, dll.). Namun, Yesus menghendaki pendapat dan pengenalan pribadi dari para murid-Nya yang tidak sekedar mengikuti pendapat umum. Mengenal, menerima, dan mengikuti Yesus hanya karena `ikut arus` tidaklah cukup, tetapi harus juga bersifat pribadi dan lahir dari kedalaman diri kita.

Setelah Petrus mengungkapkan imannya bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus memberitahukan bahwa Ia akan menderita, wafat, dan bangkit. Penerimaan dan pengenalan kita akan Yesus sebagai Mesias, Juruselamat kita, janganlah tidak lengkap, apalagi salah. Yesus bukanlah Mesias yang melulu dan langsung bangkit mulia, tanpa melalui derita, salib, bahkan kematian. Ini perlu kita ketahui karena jalan ini jugalah yang harus kita lalui sebagai pengikut-Nya. `Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya` (Luk 6:40a).

Di sisi lain, pewartaan tentang `jalan penderitaan` ini hanya bisa diterima orang yang sudah mengenal dan percaya bahwa Yesus sungguh Mesias. Pengenalan ini pertama-tama adalah anugerah Bapa. Pengenalan ini bertumbuh melalui kebersamaan dan relasi pribadi dengan Yesus dalam hidup sehari-hari.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”