MATI SUPAYA HIDUP

Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (1Kor 15:36b)

Seperti bibit yang ditaburkan harus mati supaya menghasilkan suatu tanaman yang hidup, begitu juga kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghalangi kita berbuat baik harus mati supaya kebajikankebajikan dapat tumbuh dalam diri kita. Contohnya, jika kita menghentikan kebiasaan membuang waktu untuk hal-hal yang sia-sia (seperti main game terus, membaca atau menonton `yang tidak jelas` di internet, dll.), maka kita akan mempunyai lebih banyak waktu untuk melakukan kebaikan (seperti berdoa, membantu dan peduli terhadap orang lain, dll.). Contoh lain: dengan menghentikan kebiasaan merokok, kita menjadi lebih sehat dan dapat melakukan tugas-tugas kita, dapat lebih menolong dan mengasihi sesama, dll.

Kebaikan yang diulang terus menjadi suatu kebajikan yang berkenan kepada Allah. Memang, untuk mematikan suatu kebiasaan buruk dan membangun suatu kebiasaan baik itu diperlukan suatu perjuangan yang keras, ulet, dan setia. Akan tetapi, dengan rahmat Tuhan, dan kalau kita mempunyai cinta yang cukup, kita bisa melakukannya.

Tuhan, bantulah kami untuk mematikan kebiasaan bu ruk kami dan bertumbuh dalam kebajikan, agar kami menjadi berkat-Mu bagi sesama.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”