KEBENCIAN ATAU KASIH

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. (Luk 6:27)

Dalam perjalanan hidup seorang manusia, sungguh suatu hal yang mustahil jika ia tidak pernah `tidak disukai` orang, entah itu karena dosadosa dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya atau pun karena fitnah, kesalahpahaman, dan lain-lain. `Tidak disukai`, bahkan mungkin juga dibenci dan dimusuhi orang, memang merupakan suatu hal yang tidak bisa kita hindari, tetapi membalas itu semua merupakan sebuah pilihan!

Pilihannya adalah apakah kita mau membalas semua itu dengan kebencian dan dendam, ataukah kita memilih membalasnya dengan perbuatan kasih dan perbuatan baik? Setiap pilihan mempunyai konsekuensi dalam hidup kita. Jika kita memilih untuk membalasnya dengan kebencian maka tidak akan ada rasa damai dan sukacita dalam hidup kita. Pernahkah Anda membenci atau memusuhi seseorang? Apa yang Anda rasakan saat itu? Tidak ada rasa damai, bukan? Nah, bagaimana jika Anda membalas sikap permusuhan dengan kasih? Walaupun terkadang sulit, tetapi pilihan ini selalu memberikan rasa damai dan tentram. Lebih daripada itu, pilihan ini membawa kita semakin dekat dengan Tuhan, dan tinggal dalam kasih-Nya. Ketika kita memiliki kasih, kita memiliki Tuhan. `Allah adalah Kasih` (1Yoh 4:8b).

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”