BERTENGKAR

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?. (Yak 4:1)

Berjalan bersama Yesus dan tinggal bersama Yesus tidak serta merta membuat para rasul mengarahkan seluruh pandangan hidupnya selaras dengan kehendak Yesus. Mereka masih ribut dan mempertengkarkan tentang siapa yang terbesar di antara mereka. St. Yakobus mengatakan bahwa sengketa dan pertengkaran itu datang dari hawa nafsu kita.

Hati-hati dengan hawa nafsu kita, sebab Yesus menghendaki bahwa relasi yang kita bangun bersama Dia itu tidak `hanya sekedar saja`. Yesus menunjukkan seorang anak kecil untuk menjadi patron kita dalam menjalin relasi dengan Dia. Seorang anak selalu rindu bersama dengan orang tuanya setiap saat. Ia tidak ingin akan yang lainnya. Ia hanya ingin bersama mereka.

Hawa nafsu seringkali membuat relasi kita dengan Yesus menjadi kabur. `Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat` (Yak 3:16). Sarana untuk memotong akar dari semua kejahatan itu adalah relasi yang mendalam dengan Yesus, yaitu `doa`. Namun, ini pun kita perlu waspada: `Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu` (Yak 4:3).

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”