SMAK 5 Dukung Asian Games 2018

Indonesia pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 berkesempatan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pesta Olahraga Asia setiap empat tahun sekali itu diikuti oleh atlet-atlet seluruh Asia dan diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia.

Mulainya kegiatan Asian Games ditandai dengan proses Torch Relay atau Obor Estafet. Proses Torch Relay dimulai pada 15 Juli 2018 di Stadion Nasional Mayor Dhyan Chand di New Delhi, India. Negara inilah yang menjadi tuan rumah pertama Asian Games. Kemudian Torch Relay berakhir di Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia, tuan rumah Asian Games ke-18 pada 18 Agustus 2018.

Nyala api pada kepala obor mewakili hal-hal yang positif, seperti semangat juang, ilmu pengetahuan, gerakan pencerahan, dan persahabatan. Demikian diungkapkan oleh Nyoman Shuida, Deputi Koordinasi Bidang Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam siaran persnya.

Proses Torch Relay ini melewati beberapa jalan di beberapa kota di Indonesia. Jalan-jalan yang dijadikan rute estafet pun ditutup untuk kegiatan transportasi. Lalu pada titik-titik lokasi tertentu yang ditentukan, beberapa atlet dan tokoh masyarakat mengestafet obor dari satu ke yang lain.

Siswa dan siswi SMA Kristen 5 PENABUR Jakarta sangat beruntung dapat menyaksikan dan berpartisipasi dalam peristiwa bersejarah itu. Hal itu karena dua jalan utama di kawasan Kelapa Gading menjadi rute 18 thAsian Games Torch Relay. Jalan tersebut antara lain Jl. Boulevard Artha Gading dan Jl. Mall of Indonesia.

Tepat sepulang sekolah pada 16 Agustus 2018, beberapa siswa dan guru pendamping SMAK 5 menuju lokasi pawai Torch Relay. Sesampainya di lokasi tersebut, suasana sudah ramai. Nampak banyak siswa beserta guru pendamping dari sekolah lain turut memeriahkan momen tersebut. β€œMeski cuaca terasa panas dan terik tidak menyurutkan semangat dan antusiasme kami,” cerita Miss. Anna, S.S., salah satu guru SMAK 5 yang mendampingi siswa.

Proses penantian akan kedatangan obor Asian Games ternyata bukanlah singkat. Walau sudah menanti sejak sore, obor baru datang pada malam harinya. β€œItu tidak seberapa dibandingkan perjuangan para atlet untuk negerinya,” ungkap Miss. Ann, S.S. (B. Kalyca – X SOS 2 – Tim Jurnalistik SMAK 5 PENABUR)