YESUS MENGENALKU

Kata Natanael kepada-Nya: ‘Bagaimana Engkau mengenal aku?’ (Yoh 1:48) 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kadang pertanyaan seperti yang dilontarkan Natanael kepada Yesus juga kita lontarkan, hanya mungkin caranya berbeda. Natanael bertanya langsung kepada Tuhan, sedangkan kita melontarkannya dengan pikiran, perasaan, perkataan atau pun perbuatan kita yang mengandaikan Yesus tidak mengenal kita secara mendalam.

Sadar atau tidak, Yesus sungguh mengenal kita lebih daripada kita mengenal diri kita sendiri. Bahkan, sebelum kita dilahirkan ke dunia, Yesus sudah mengenal pribadi kita.

Mungkin, dalam peristiwa pahit, dalam sakit penyakit, atau dalam peristiwa kehilangan orang-orang yang kita kasihi, kita cenderung terus larut atau tenggelam dalam perasaan-perasaan atau pikiran-pikiran kita, sehingga ‘seolah-olah Yesus’ tidak mengerti atau bahkan tidak melihat segala macam hal yang kita alami itu. Kemudian, hal ini membuat kita tidak bisa melihat bahwa Yesus sungguh hadir dalam seluruh kehidupan kita, me-ngenal seluruh ada kita dan setia mencintai kita.

Tuhan sesungguhnya rindu supaya kita benar-benar mengenal Dia dan membiarkan Dia bekerja dalam seluruh kehidupan kita. Untuk bisa mengenal Dia kita perlu mengalami banyak peristiwa, supaya dengan berjalan bersama-Nya kita akhirnya mengenali kehendak-Nya dan melakukannya dengan sukacita.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”