MELEPAS DAN MEMBERI

Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin […] (Mat 19:21) 

Merenungkan ayat di atas, mungkin kita bertanya, ‘Bagaimana mungkin aku harus melepaskan semuanya? Tidak mungkinlah semua orang harus melepaskan harta seperti kaum religius. Aku tidak mau meninggalkan kebebasan dan kenikmatan.’ Kita memberikan berbagai alasan yang menurut kita indah dan masuk akal. Akan tetapi, bila kita berani untuk sungguh-sungguh masuk ke dalam hati, kita bisa melihat bahwa ternyata kita terlalu mengasihani diri sendiri dan kepentingan serta cinta diri kita begitu kuat mengakar dalam diri kita.

Mungkin, kita pernah tersentuh oleh kurban Kristus dan kebaikan orang lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya dalam hati kita, ‘Apakah aku akan rela pergi dan menjual semua milikku untuk Tuhan dan sesama?’? Sebenarnya, yang dimaksudkan di sini adalah menanggalkan kepentingan diri sendiri. Yang dijual sebenarnya adalah harga diri, ego, dan kesombongan, sehingga kita makin mampu mencintai Kristus dan sesama.

Kepada mereka yang miskin kasih sayang, kita berikan perhatian. Kepada yang miskin kebajikan, kita berikan kesabaran. Kita diajak untuk memberikan diri kita kepada sesama. Mari kita belajar untuk melakukannya.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”