KETIDAKPASTIAN

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya (Mat 25:13) 

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa yang pasti adalah ketidakpastian. Ungkapan ini membuat kita menyadari bahwa dalam realitas kehidupan tidak ada sesuatu yang pasti. Kita tidak dapat mengetahui apa yang terjadi dalam diri kita di masa depan, bahkan satu detik ke depan pun kita tidak tahu. Lalu, apa artinya ini bagi kita? Artinya adalah hidup kita tidak sepenuhnya dikuasai oleh diri kita. Ada kekuatan yang jauh lebih besar yang turut campur menentukan perjalanan hidup kita, yakni Allah, Sang Pencipta. Kita perlu menyadari betapa kecilnya kita di hadapan Allah. Dalam satu detik ke depan kita dapat mengalami perubahan drastis yang terjadi di luar kemampuan kita.

Sikap seperti apa yang harus kita lakukan untuk berjaga-jaga bila ‘saatnya’ (yaitu saat kita menghadap Tuhan) tiba bagi kita? Salah satu sikap yang sangat penting adalah penyerahan diri seutuhnya kepada Allah. Penye-rahan diri ini bersifat aktif, bukan pasif tanpa berusaha apa-apa. Kita bisa berusaha antara lain dengan menuruti segala perintah-Nya dan senantiasa hidup di hadirat Allah. Penyeruan nama Yesus yang terusmenerus dalam hati dapat membantu kita untuk selalu mengingat Dia dan tinggal di hadirat-Nya. Ini sering juga disebut sebagai doa yang tak kunjung putus.

Kesetiaan merupakan bagian terpenting dari sikap berjaga-jaga. Sebaliknya, kelalaian adalah bentuk ketidaksiapan dalam berjaga-jaga. Mulailah dengan setia kepada Yesus dan mau hidup dalam Yesus setiap saat.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”