KENAKANLAH PAKAIAN PESTA

Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya (Mat 22:2) 

Disebutkan ‘Kerajaan Surga seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya’.

‘Perjamuan nikah’ bagi pembaca Matius berarti mengikuti upacara adat dan berbagi dalam pengalaman dan hikmatnya, Karena itu penolakan ikut serta dalam perjamuan nikah lebih daripada sekedar tidak hadir dalam pesta.

Kita melihat bagaimana dengan penuh pengharapan dan kerendahan hati, raja mengundang , menghimbau dan memohon belas kasihan para undangan agar jangan merusakkan pesta yang sudah disiapkan sedemikian rupa, hidangan sudah siap, lembu dan ternak piaraannya sudah dipotong. Namun yang diundang semakin meninggikan diri. Bahkan memutuskan hubungan dengan membunuh pesuruh raja. Mereka menolak dan semakin menjauhkan diri dari Kerajaan Surga.

Pada akhirnya pesta dibuka bagi siapa saja. Dengan mengenakan pakaian pesta berarti menanggapi undangan dengan segenap hati. Sebaliknya tanpa mengenakan pakaian pesta berarti datang tanpa tujuan dan maksud. St. Agustinus mengatakan bahwa pakaian pesta itu adalah perbuatan cinta kasih.

Ya Tuhan Yesus tambahkanlah cinta kasih kami kepadaMu dan sesama kami.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”