CINTA TUHAN YANG TERSAMAR

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, […] yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan […] (Mat 23:23) 

Kita semua pasti punya pengalaman ditegur atau dimarahi, dan biasanya kita cenderung berpikir negatif atas teguran tsb. Seorang ibu sangat memanjakan keponakannya yang yatim piatu sampai anak kandungnya sendiri menjadi cemburu. Apa tanggapan Anda terhadap ibu tsb? Ternyata, di kemudian hari anak kandung ibu itu menjadi ahli waris perusahaan besar yang sebenarnya merupakan hak dari si keponakan ibu tsb, sedangkan si keponakan itu hanya tahu berfoya-foya dan menjadi orang yang tidak bertanggungjawab.

Teguran itu perlu dan penting. Sebab di balik itu semua terkandung ‘berkat dan kasih’. Oleh karena itu, sangat penting mengubah pikiran yang negatif menjadi pikiran yang positif saat kita menerima teguran. Kasih tersamar di balik teguran melalui orang-orang di sekitar kita. Allahlah yang sesungguhnya sedang mengasihi dan mendidik kita untuk menjadi matang dan dewasa.

Begitu juga teguran Yesus terhadap orang Farisi, ahli Taurat, dan terhadap kita juga, merupakan ungkapan kasih-Nya yang ingin menyelamatkan semua orang. Berbahagialah kita karena sangat dikasihi Tuhan. Mari kita ganti ‘kaca mata hitam’ yang kita gunakan selama ini dengan ‘kaca mata iman’, supaya setiap peristiwa yang menyakitkan itu menjadi berkat. 

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”