BERANI MENEGUR

Karena Yohanes pernah menegor Herodes: ‘Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!’ (Mrk 6:18) 

Dalam kehidupan kita, pastilah kita pernah atau bahkan sering melihat adanya kecurangan, ketidakadilan, penyimpangan, dsb. Beranikah kita menegur atau setidaknya mengingatkan orang yang melakukannya bahwa perbuatan itu tidak benar dan tidak berkenan di mata Allah? Mungkin, kita sering cuek (tidak peduli) karena kita berpikir bahwa orang tersebut yang akan menanggung sendiri apa yang telah diperbuatnya. Kita bersikap membiarkan saja hal tersebut karena hal itu tidak merugikan kita. Atau, kita tidak berani menegur karena takut relasi kita dengan yang bersangkutan menjadi renggang, takut dimusuhi, takut dianggap sok suci, atau takut akan akibat-akibat buruk lainnya.

Yesus tidak ingin kita menjadi cuek seperti itu. Yesus sendiri pernah menasihati para murid-Nya untuk saling menegur dengan cara yang tepat jika sesamanya berbuat dosa (bdk. Mat 18:15 dst.). Teguran yang baik harus lahir dari kasih demi kebaikan sesama, bukan luapan emosi semata. Menegur secara Kristiani, sesuai kehendak Yesus, membutuhkan kasih, keberanian, dan kebijaksanaan. Bahkan, teguran yang sudah dilakukan secara Kristiani pun tetap bisa mendapat respon negatif, seperti dialami Yohanes Pembaptis yang dibunuh karena tegurannya yang berusaha menyelamatkan jiwa Herodes dari kebinasaan kekal karena dosanya.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”