BELAJAR MELAYANI

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu (Mat 23:11) 

Yesus mengajak kita untuk belajar melayani. Sering kita berpikir bahwa melayani itu harus yang spektakuler, orang yang melayani pun harus hebat, dan masih banyak lagi pemikiran atau konsep tentang melayani.

Hal itulah yang diluruskan oleh Yesus, bahwa bukan perbuatan lahiriah saja yang menjadi ukuran sebuah pelayanan, melainkan juga sikap batin kita. Apa tujuan kita sebenarnya dalam melayani? Apakah hanya untuk menyenangkan hati kita ataukah menyenangkan hati Allah? Untuk mencari kebesaran diri atau kemuliaan Allah? Kita perlu berhati-hati dengan sikap kita.

Melayani itu tidak selalu sesuatu yang menyenangkan. Melayani berarti harus berani melupakan diri sen-diri, siap untuk merasakan lelah dan tidak dianggap, bahkan dianiaya. Yesuslah teladan dalam hal ini. Ia da-tang ke dunia sebagai hamba yang melayani. Dalam ke-rendahan-Nya Ia menampakkan kebesaran-Nya. Lebih jauh, jika kita melayani dengan rendah hati, ada damai dalam hati kita, walaupun di tengah tantangan. Sebalik-nya, banyak orang merasa tidak damai dalam pelayanannya karena kurang rendah hati. Banyak perpecahan terjadi dalam pelayanan karena kurangnya kerendahan hati.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”