BERSYUKUR

Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus (1Kor 1:4) 

Tuhan senantiasa memberikan segala berkat dan rahmat-Nya untuk kita. Pernahkah kita sadari bahwa hidup kita adalah rahmat? Setiap nafas kehidupan kita pun merupakan anugerah Tuhan. Tanpa Dia, kita tidak bisa bernafas, bahkan kita lenyap, kembali ke ketiadaan. Lagu syukur seharusnya senantiasa terdengar dalam hati setiap orang beriman karena ia senantiasa bergelimang rahmat dan kasih Allah. Baginya tak satu peristiwa pun merupakan suatu kebetulan. Semua-nya dalam penyelenggaraan Tuhan. Ia bersyukur saat bisa bangun pagi. Ia juga bersyukur saat dihina orang karena sadar bahwa Tuhan sedang membentuknya untuk rendah hati. Apa pun yang dia alami, ia tetap percaya bahwa tak sekejap pun Tuhan berhenti mengasihinya dan tak sesuatu pun Tuhan biarkan terjadi tanpa dida-sari kasih-Nya.

St. Paulus mengajak kita untuk tidak hanya bersyukur atas rahmat Tuhan bagi kita, tetapi juga untuk rahmat-Nya yang dialami sesama kita. Ikut bersukacita dan bersyukur atas kebaikan sesama merupakan salah satu ungkapan kasih karena kasih selalu menginginkan dan mengusahakan yang baik bagi sesama. Kasih tidak berpusat pada diri sendiri.

Sejenak, ingatlah rahmat Tuhan yang dialami sesama Anda (entah teman, tetangga, karyawan, atau siapa saja). Lalu, ucapkanlah doa syukur kepada Tuhan atas rahmat tersebut. Dengan melakukannya, hati Anda pun dibentuk untuk lebih peka mengasihi.

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”