ALLAH YANG MENCARI

[…] seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya (Mat 20:1) 

Ada seorang bapak bercerita bahwa dia dicari-cari terus oleh seorang pemimpin perusahaan karena dia seorang mekanis handal. Karena merasa kasihan, akhirnya dia mau bergabung dengan perusahaan itu dengan syarat gajinya harus sesuai dengan standart yang dia minta.

Pada zaman ini jarang ditemui seorang pimpinan yang turun lapangan sendiri dan sibuk mencari para karyawan untuk perusahaannya, apalagi sibuk memikir-kan kesejahteraan para karyawannya. Biasanya, selalu ada saja unsur kepentingan yang lain.

Berbeda dengan hati Allah yang selalu rindu untuk memberikan kebahagiaan bagi semua anak-Nya. Allahlah yang selalu mencari manusia, Ia tidak menghitung-hitung waktunya, tidak membatasi diri, namun memberi semua orang, jauh lebih dulu sebelum manusia meng-inginkannya (‘pagi-pagi benar keluar mencari pekerja’). Allah terus mencari dan memelihara.

Allah terus-menerus menggemakan panggilan kegembalaan-Nya kepada kita yang rapuh dan lemah karena dosa. Ia terus memangil supaya suara-Nya kita dengar dan pemeliharaan-Nya kita alami serta kita syukuri. ‘Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memerhatikan dombadomba-Ku dan akan mencarinya’ (Yeh 34:11) Maukah kita ditemukan oleh-Nya?

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”