Fide – Percayalah!

Inilah harapan yang diwartakanNya hari ini bahwa hidup kita akan benar-benar penuh dengan “providentia divina-penyelenggaraan ilahi” ketika kita mau percaya total kepadaNya dengan hidup “miskin” di hadapannya setiap hari.

Mengacu pada pesan : “Lebih mudah seekor unta masuk lubang jarum daripada seorang kaya masuk surga”, adapun pintu yang disebut sebagai ‘lubang jarum’ adalah pintu yang sempit memanjang, dijaga oleh tentara dan berada di tembok pembatas kota dan hanya digunakan pada saat pintu gerbang kota sudah tutup.

Disinilah kita diajak mempunyai spiritualitas “unta”, antara lain:

1.U: Utuh:
Kita hidup tak cuma mencari harta dunia tapi juga cinta dan pahala untuk surga. Yesus mengundang kita untuk memiliki hidup yang berintegritas, tidak melulu tergantung pada harta dunia.

2.N: Nyata:
Tuhan hadir secara lebih nyata lewat hidup harian ketika kita mau rendah hati dan sepenuh hati, lepas bebas dari aneka kelekatan tidak teratur.

Hanya dengan bersikap rendah hati di hadapan Tuhan dan menyadari ketergantungan kita pada-Nya saja, kita dapat menemukan damai, keamanan dan kebahagiaan yang sejati. Harta itu bertahan selamanya.

Hanya Allah saja yang dapat memuaskan kita dan memenuhi kebahagiaan kita. Dialah harta kita semata: “Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskininan-Nya!” (2Korintus 8:9)

3.T: Tabah:
Seperti unta yang biasa membawa beban, kita juga diajak berani dan tabah membawa “beban” kita bersamaNya dalam peziarahan hidup.

Jelasnya, Yesus mengingatkan kita bahwa harta dunia hanya memberi rasa aman palsu dimana harta itu bisa menenggelamkan kita dalam keruntuhan dan kekurang tabahan dalam memaknai kehidupan (1Tim 6:9-10).

4.A: Andal:
Bukankah pada situasi “padang gurun”, kita tidak dapat menyelesaikannya dengan kuda? Kuda secepat dan setangguh apapun akan kehabisan tenaga, sebaliknya unta akan berjalan terus dengan mantap, pelan tapi pasti-meski tanpa air ataupun makanan.

(HIK-JKP)