Aku mengasihi Kristus

Bahwasannya kita semua dipanggil untuk menjadi orang “kaya”, yang KAsihi Tuhan dan YAkini iman.”

“Kaya” sendiri sejatinya tergantung dari perspektif/mata pandang kita karena jelas bahwa “mata adalah pelita tubuh, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Mat 6:22).

Ya, kemampuan untuk melihat yang baik dan yang buruk ditentukan oleh “mata”.
Jika kita memusatkan mata pada harta dunia, misalnya, maka kita akan menikmati hidup senang untuk sesaat tapi keputusan-keputusan yang kita ambil kerap menjadi kabur & tidak luhur.

Bukankah Alkitab mengingatkan: “Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat+l & pelbagai nafsu yang hampa/mencelakakan” (1 Tim 6:9).

Disinilah kita yang masih berada di dunia bukanlah berarti milik dunia. Wajar jika kita membutuhkan harta dunia tapi Yesus melarang kita untuk lekat pada harta dunia

Yesus melarang “mengumpulkan” tapi Ia tidak melarang untuk “menggunakan” harta. Artinya?

Harta dunia itu semuanya adalah sarana kita untuk mendekat kepadaNya karena semuanya ini bukan milik kita sendiri tetapi milik Tuhan yang dianugerahkan pada kita untuk sementara saja.

Waspadailah pandangan mata kita, karena itu akan menentukan hasrat kita dalam hidup sehari hari.

Lebih baik, mulai sekarang teruslah mencari dan mengumpulkan “harta benda” surgawi, “HAR – apan, sukaci – TA, ke – BEN aran & ke – DA maian.”

Mulai sekarang jadilah orang yang “kaya” dalam Tuhan: Pikirkan apa yang dapat kita berikan bukan melulu apa yang dapat kita peroleh! Tempus fugit. Time flies ! (HIK – JKP)