Sinergi untuk Pendidikan Anak Masa Kini

Orang tua siswa dan guru perlu bersinergi untuk hadapi dampak buruk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

SMA Kristen 5 PENABUR Jakarta mengadakan pertemuan orang tua siswa kelas X, XI, dan XII pada Sabtu, 12 Agustus 2017. Pertemuan yang terselenggara di aula TKK 3 PENABUR Kelapa Gading itu yang berisi pengenalan profil sekolah, kurikulum, dan kesiswaan. Selain itu, PKBN2K (Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kristiani) juga turut disosialisasikan. Seluruh guru dan karyawan SMAK 5 mengikuti acara yang terbagi dalam dua sesi itu. Sesi pertama diperuntukkan bagi orang tua siswa kelas X, sedangkan sesi kedua diadakan untuk orang tua siswa kelas XI serta XII.

Ibu Siwi Tri Wahyuningtyas, M. Pd. pada kesempatan tersebut mengemukakan pendapatnya tentang peserta didik generasi sekarang. Mereka sangat berbeda dengan jaman dulu. Mereka lahir pada generasi Z, sedangkan orang tuanya sebagian besar lahir pada generasi X. “Oleh karena itu jangan samakan antara mendidik anak jaman dulu dengan sekarang,” ungkap Ibu Siwi.

Berbagai macam kemudahan pun gampang sekali diakses oleh anak-anak jaman sekarang terutama dalam informasi. Hal ini tak lain disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kehadiran gadget, search engine, dan media sosial menjadi faktor pendukungnya. Alat-alat ini memudahkan anak untuk tahu segala sesuatu serta berkomunikasi dengan siapa dan kapan pun. “Dengan begitu orang tua menjadi sulit untuk membatasi dan mengontrol putra-putrinya,” simpul Ibu Siwi.

Harapan Ibu Siwi, pertemuan orang tua siswa itu dapat menjadi sarana berkomunikasi antara orang tua dan guru dalam mendidik siswa. Orang tua siswa dan guru harus bersinergi agar dapat mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal, baik akademik maupun non akademik. Salah satunya dengan bersama-sama menjaga dan melindungi anak dari dampak buruk perkembangan teknologi informasi, seperti pornografi dan tindak kekerasan. Pun ketika anak-anak beranjak dewasa dan orang tua harus melepas untuk hidup secara mandiri. “Caranya tidak cukup hanya melalui didikan di rumah, sekolah, maupun gereja, tapi harus disertai dengan doa,” pesan Ibu Siwi. (Lucia Febriarlita)

 

Kehadiran orang tua siswa dalam pertemuan dengan guru dan karyawan SMA Kristen 5 PENABUR Jakarta (Foto: LT)

 

Kepala SMA Kristen 5 PENABUR Jakarta, Ibu Siwi Tri Wahyuningtyas, M.Pd. menyampaikan materi profil SMAK 5 kepada orang tuas siswa. (Foto: LT)

 

Penampilan tari tradisional “Lancang Kuning” oleh siswa-siswa SMA Kristen 5 PENABUR dalam acara pertemuan orang tua siswa. (Foto: LT)